Lembar Puisi

Cari Siapa?

 

 

 

 

 

 

 

Hey…  Siapa gerangan yang Anda cari?

Jika mencari wanita yang jelita; bukanlah saya orangnya!

Jika mencari wanita yang mahir; bukanlah saya orangnya!

Jika mencari wanita titisan hartawan; bukanlah saya orangnya!

Jika mencari wanita yang dermawan; bukanlah saya orangnya!

Pun jika mencari wanita yang shalihah; bukan jua saya orangnya!

Namun,

jika mencari wanita yang butuh dibimbing;  sayalah orangnya…

 

*Tj.Rusia, 27 Ramadhan 1433H. Si bodoh ini menyemangati diri tuk mengayunkan jemari, kembali…

Iklan
Categories: Lembar Puisi | 2 Komentar

Operator Mengusik Ukhuwah

oleh: Sufiroh

Saya benci operator kartu cellular ini!

Karenanya..
sms-ku tidak tersampaikan untuk saudaraku!
Karenanya..
sms saudaraku, untuk-ku terpending,
Hingga tersampaikan di luar batasan waktu syar’i komunikasi di antara kami!
Karenanya..
sms saudaraku yang tak sepatutnya kubaca, menjadi salah kirim dan tersimpan manis di inbox ku!
Karenanya,,
aku menunggu balasan sms saudaraku yang tersangkut entah di mana
Hingga tak kuterima!
Karenanya,
panggilan telponku tak dijawab-jawab oleh saudaraku!

Oh operator….
Lihat apa yang terjadi!
Prasangka merebak dalam ukhuwah kami…

Ini kesalahan operator!
Ya, ini pasti kesalahan operator!
Aku tidak akan menyalahkan saudaraku seiman!
Karena aku yakin, ia begitu menjaga ukhuwah di antara kami…
Karena kecintaan kepada Rabb nya..

Saudaraku, maaf…
Apakah ukhuwah kita sedang diuji?
Bilakah kau tahu,
aku mencintaimu karena Alloh, saudaraku..

*Edelweis, 22 September 2011. pkl. 9.07 wib

Categories: Lembar Puisi | Tinggalkan komentar

Jerit Jundi Kecil dari Bumi Gaza

Ayah, kata mereka engkau penjahat
Walau sebenarnya engkau bukanlah penjahat
Ayah, mengapa mereka jauhkan aku darimu??!!
Mereka membawamu tanpa memberi kesempatan kau untuk menciumku
Atau mengusap air mata ibu…

Ibu, aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi
Apakah Palestina tidak berhak diberi pengorbanan?
Setiap hari aku bertanya kepada matahari
Ibu, apakah ayah akan kembali pada suatu hari?
Ataukah dia akan pergi selamanya sampai hari Kiamat?
Tanpa dapat mengusap air mata ibu yang terus menetes setiap hari…
Ayah, di manakah engkau??

Oooh… bayi-bayi yang terjajah
Hari raya silih berganti
Bayi-bayi terus terlahir
Para syuhada berguguran
Tapi ayah masih dibelenggu di balik jeruji besi
Dalam sel sempit yang tak layak dihuni oleh budak!
Kapan hari kemenangan dan kehancuran penjara-penjara itu?
Malulah kalian… malulah kalian… malulah kalian…
Aku ingin ayah pulang…

*Edelweis, 18 September 2011

inspired from film dokumnter kebiadaban kaum Yahudi..

Categories: Lembar Puisi | Tinggalkan komentar

Jika Kurasa pada MU

oleh: Sufiroh

Jika kumasih cemburu, obatku bertanya pada diri
“tahukah, Robb ku jauh lebih cemburu dari apa yang kurasa saat ini…padaku,hamba Nya.”

Jika terbersit rasaku mencintai makhluk-Mu dengan berlebih, kutanya pada diri “ku kemanakan posisi Robb ku selama ini?”

Jika kumasih larut dalam duka, kutanya pada diri “tak percayakah pada Nya, bila Ia selalu membersamai diri ini?”

Jika kumasih rasa khawatir dan takut, kutanya pada diri “lupakah jika Ia Maha Perkasa dan Bijaksana?”

Jika kutaruh perhatian ini padanya di jalan yang salah, kutanya pada diri “tak sadarkah bilaku sudah mengkhianati Nya?”

Jika kurasa membangga diri, kutanya “pantaskahku? Masih ingat, Ia adalah Raja yang bisa membuat keputusan apa saja yang dikehendaki Nya, kapanpun Ia mau?!”

Jikaku lebih merasa mesra dengan duniaku, kutanya pada diri “kau lupa pada Nya? Yang Setia Memperhatikan&Memberi nikmat untukmu…”

Jika masih ada rasa ketidakikhlasan atas episode hidup ini, kutanya pada diri “sebenarnya, sudahkah ku mengenal Robb ku dengan baik?”

Ya Alloh, maaf…
satu pintaku,
Jadikan aku hamba Mu, yang terpelihara…

*Diselesaikan pkl. 23.52 WIB. Jum’at, 28 January 2011. Menikmati hujan, menambah keriduanku untuk menatap wajah Nya, kelak. Bilakah?

Categories: Lembar Puisi | Tinggalkan komentar

Mungkin

oleh: Sufiroh

mungkin

sedang sibuk..

mungkin

jari-jari tangannya lelah..

mungkin

sakit?

Mungkin

Sedang berkendaraan

Kemudian terlupakan..

mungkin

tidak ada pulsa..

mungkin

lebih suka jika aku menunggu

ya, mnunggu.

bukankah ini hal yang tak kau sukai?

aku pula…

tenang, aku masih punya stok prasangka baik

bilakah dirimu, saudaraku seiman?

Ada kabar apa gerangan?

*bersabar dalam diamnya ^^.

— Edelweis. 19 maret 2011, 8.58 pm —

Categories: Lembar Puisi | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.