Kala Haidh; Masih Ada Cara Buktikan Cinta! ^^

Sahabat, telah kita ketahui bersama bahwa shaum atau puasa di bulan Ramadhan, hukumnya diwajibkan bagi setiap muslim demikian juga bagi muslimah adalah wajib bagi yang sudah baligh dan berakal sehat.

 

Khusus bagi muslimah, ada beberapa ketentuan yang diperbolehkan berbuka (tidak shaum) di siang hari pada bulan Ramadhan, salah satunya yaitu ketika kedatangan tamu yang tidak diundang ^^ ; haidh.

Muslimah yang sedang kedatangan haidh atau nifas di bulan Ramadhan dilarang melaksanakan shaum dan diwajibkan meng-qhada-nya pada hari lain.

Tersabda oleh beliau, Muhammad SAW;

“Bukankah Wanita itu jika sedang haidh dia tidak shalat dan tidak shaum / berpuasa? Itulah kekurangan agamanya.” –HR. Bukhari–  (mau nangis, baca hadits ini…)

 

Walaupun tidak diperbolehkan shaum dan shalat, namun demikian tentunya sebagai muslimah tidak akan kehilangan momentum keutamaan dan keberkahan di bulan madunya orang beriman; Ramadhan, yang segala amalan dilipatgandakan pahalanya,yaitu melakukan amalan-amalan yang dicintai oleh Allah SWT.

 

 

Laa tahzan, masih ada cara tuk buktikan cinta kepada Nya,  agar tetap terjaga kualitas keimanan dan terraih pahala berkepanjangan, seperti:

 

Meyediakan dan memberi ifthar (hidangan berbuka), kepada orang-orang yang shaum baik bagi anggota keluarga maupun saudara-saudara umat Islam. Ifthar adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulillah SAW,  sebab mengandung pahala yang besar dan kebaikan yang berlimpah.

Sabdanya :

” Sesiapa yang memberi ifthar (hidangan untuk berbuka) orang-orang yang shaum/berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang shaum/berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (HR. Bukhari Muslim).

 

Menjauhi larangan Islam, Muslimah yang bijak tentunya berupaya memanfaatkan setiap detik ketika bulan Ramadhan walaupun sedang haid, dan terhalang tunaikan shaum masih mendapat pahala yaitu dengan berusaha menjauhi segala yang dilarang oleh Islam; menjaga lisan dengan tidak mengunjing dan selalu berusaha berkata-kata yang manfaat.

“Sesiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi Alloh baginya shaum/puasa dari makan dan minum” (HR Bukhari).

 

Memperbanyak doa dan berdzikir sepanjang hari, berdoa kala Ramadhan adalah sangat mustajab dan sangat dianjurkan, tentunya sebagai muslimah juga memanfaatkan waktu dengan senantiasa memperbanyak do’a dan berzikir setiap saat.

 

“Tidak ada seseorang yang berdzikir kepada Alloh kecuali mereka dikelilingi oleh malaikat-malaikat, diliputi oleh rahmat, turun kepada mereka ketentraman, dan Alloh sambut mereka sebagai orang-orang yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

 

Mengingatkan dalam hal kebaikan, tersabda pula oleh Rasulillah SAW; “Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun pahala-pahala mereka. Dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia akan mendapat dosa seperti orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa-dosa mereka.” (HR. Muslim)

 

Menyibukkan diri menuntut ilmu yang bermanfaat, salah satu kriteria wanita shalihah adalah selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, semangat dalam mengamalkan ilmunya, dan semangat dalam mengajak orang lain agar mengamalkan ilmunya.

Di bulan Ramadhan, walau terhalang dengan tidak shaum maka selayaknya menyibukkan diri meluangkan waktu untuk bersemangat menuntut ilmu yang bermanfaat.

dalam sabda beliau, Rasulillah SAW:

“Sesiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Alloh Menunjukkan jalan menuju surga baginya.” (HR. Muslim)

Pula tersabda;

“Sesiapa wafat dalam menuntut Ilmu (dengan maksud) untuk mengidupkan Islam, maka antara dia dan Nabi-Nabi satu derajat di dalam surga.”(HR. At Thabrani)

ehm, setidaknya bersabar dalam kerinduan tuk rasakan berlama-lama sujud dan lafadzkan firman-firman dalam kitab suci-Nya kembali adalah bagian dari sekeping cinta untuk Nya ^^.

Semoga Alloh tetap menjaga kualitas ruhiyah dan kedekatan kita kepada Nya; dalam kondisi apapun…

 

Keep shining in Ramadhan! ^_^

*diselesaikan di Ratu, 8 Ramadhan 1434 H; 11.26 pm

Categories: Opini Sang Sufi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: