Am I The Winner?

Ku sapa bayang di cermin;

Bagaimana kondisi ruhiyahmu ba’da Ramadhan?

Adakah Ramadhan yang kau lewati memberi nilai perubahan yang cukup jelas?

Atau, berlalu tanpa meninggalkan bekas?

 

Ramadhan menyisakan banyak cerita indah. Ada bahagia yang membuncah, ada kisah yang sangat indah. Di bulan ini ada amal yang tersemat perlahan, dipelihara sejak awal mula, dan dirintis dengan banyak do’a. Mungkin ada di antara kita yang menemukan secercah hidayah. Mencoba memeluknya kuat-kuat dan ingin berdiri tegak di atasnya. Namun nampaknya ujian dan godaan begitu besar. Sehingga dahsyatnya badai hampir saja meluluhkan pegangan tangan. Deru angin hampir saja memecah konsentrasi diri, sehingga ingin lepas dari hidayah Ar Rahman.

Kini kita masuk di bulan Syawal. Secara harfiyah, “Syawal” sendiri artinya “peningkatan”, yaitu peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah sebagai hasil training selama Ramadhan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannnya pada bulan ini, bukannya malah menurun kembali ke “watak” semula yang jauh dari Islam.

Bulan inilah yang nantinya akan menentukan, apakah kita benar-benar seorang pemenang? Ataukah selama ini kita hanya bermain-main saja? Do’a yang kita panjatkan selama Ramadhan seharusnya menjadi sebuah keseriusan. Ia bukan hanya lips service, sebatas kata-kata indah belaka. Namun ia adalah permintaan dan harapan. Ia bukan hanya sebatas lantunan do’a yang melankolis, mengundang tangis. Namun do’a-do’a itu yang akan didengar Alloh. Dan bisa jadi Alloh akan mengabulkannya di bulan Syawal ini.

Inilah bulan Syawal itu. Bulan untuk kita lebih giat lagi beramal. Bulan yang harus dijaga konsistensi amal kita. Jangan kena virus malas dan menunda. Malas melanjutkan kebaikan selama Ramadhan, dan selalu menunda datangnya kebaikan-kebaikan amal berikutnya. Inilah bulan motivasi hati dan pikiran. Bulan untuk menghasilkan karya terbaik, bagi diri, keluarga dan umat Islam.

Jadilah pemenang!

Karena kemenangan adalah dia yang bisa melewati kekalahan-kekalahannya dan mampu mempertahankan kemenangan itu sendiri, serta menjadikan dirinya harus bisa lebih baik dari siapapun.

Alloh, terimalah amal para shalih/ah yang menghidupkan Ramadhan dalam ketaatan, karuniakan pada mereka kekuatan me-Ramadhan-kan hidup…

 

*Diselesaikan 2 Syawal 1433H, 21.12 WIB; Tanjung Rusia.

Categories: Opini Sang Sufi | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Am I The Winner?

  1. it is a very nice educative article. keep it up for your hard work. lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails

  2. educational post. you’re always making us learn something new, thanks. lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: