Kaifa Haluk? Ana, Rindu….

Bismillah…

Sahabatku, perjuangan tak ‘kan pernah putus karena diikat dengan rantai iman. Mujahid tak keseorangan, karena diikat dengan rantai ukhuwah.
Istiqomah dalam perjuangan sebagai BUKTI keimanan.

Hmmm…
ana rindu jabat tangan anti yang erat plus tatapan sinar mata yg ceria, seolah-olah tak ada masalah ^^.

Ana rindu sapaan kala kita bersua, “ruhiyah makin mantap?, kita adalah da’iah ukhti! Ummat haus keteladanan..” ^^.

Ana rindu tepukan anti di pundak ini, “semangat ukh! Innallahama’ana…” ^^.

Ana rindui moment kala berlapar dan haus bersama demi suksesnya agenda2 dakwah kita.. ^^.

Ana rindu candaan-candaan manis penghilang penat, kala beradunya argument2 untuk mengambil keputusan.

Hah? Syuro’ lagi..?
ganti suasana dg tipe mabit, tapi tetep syuro’ ^^.

Tahukah anti, ana rindu sangat…

Di manapun kita ditempatkan, kita masih pada visi yang sama kan?
yup.. Alloh ghoyatuna!

Jikalau hamasah itu masih bergejolak dalam sukma kita, maka pekikkan takbir bukanlah sebatas lisan untuk penyemangat tanpa makna.

Bersyukur kita karena hingga detik ini Alloh masih mempercayakan hidayah ini untuk senantiasa kita pelihara. Mengajak kita untuk terus merasakan percikkan cinta seperti di awal kita mengenal-Nya,,

Ukh, istiqomah ya…

Semoga ikatan ukhuwah ini terbina untuk selamanya…

(*sebuah masa…
Kepemimpinan LDK Unila_UKM Birohmah masa jihad 2010-2011.

Saudaramu,
Ukhti Sufi_chan

Edelweis, 8 Oktober 2011. PKL. 08.30 WIB..

Categories: Lembar Kisah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: